DRZ Post
Home Hiburan Gaya Hidup Sains Teknologi Umum Web Development Archive
 

> >

Pengertian Gunung dan Proses Terjadinya Gunung

Pengertian Gunung dan Proses Terjadinya Gunung
Sains - drzpost.com -
Gunung salak. ya, itu adalah nama gunung yang mendadak akrab di telinga kita sejak peristiwa kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100. Lalu apa itu gunung? Bagaimana proses terbentuknya?

Pengertian gunung adalah tanah yang menonjol ke atas, lebih tinggi dari wilayah di sekitarnya. Sebuah gunung biasanya lebih tinggi daripada bukit . Lalau seberapa tinggi? Disebut gunung jika puncaknya lebih tinggi dari 610 meter dari permukaan laut.

Adapun puncak gunung tertinggi di Indonesia berada di Papua, tepatnya di kawasan gunung Jaya Wijaya. Puncak gunung itu bernama Cartenz Pyramid dengan ketinggian 4.884 meter dari permukaan laut. Sedangkan gunung tertinggi di dunia adalah gunung Everest dengan ketinggian 8.840 meter dari permukaan laut. Gunung Everest merupakan salah satu gunung di pegunungan Himalaya yang terletak di perbatasan China dan Nepal.

Proses Terjadinya Gunung

Tahukah kalian bagaimana proses pembentukan gunung yang pernah kalian lihat dan singgahi itu? Proses pembentukan gunung terjadi menurut skala tahun geologi, berkisar 45 sampai dengan 450 juta tahun.

Proses Terjadinya Gunung

Biasanya, gunung terbentuk karena adanya gerakan tektonik dan gerakan orogenik pada lempeng. Selanjutnya gerakan-gerakan tersebut dikenal dengan sebutan orogenesis. Nah, sedimen baru akan terjadi di dalam proses orogenis untuk kemudian berkumpul dan berubah bentuk menjadi lempeng tektonik.

Biasanya dalam pembentukan lempeng tektonik, ada tiga lempeng yang ditimbulkan, yaitu lempeng busur kepulauan, benua dan lautan. Selanjutnya, tumpukan yang terjadi pada lempeng kepulauan dan benua akan menyusup ke lapisan astenosfer atau menyusup ke bebatuan vulkanik.

Setelah itu, sedimen baru akan terjadi pada sisi benua. Sedangkan tumpukan lempeng benua dengan benua sendiri merupakan suatu proses pembentukan yang menggunakan sistem penggunungan, seperti puncak Himalaya dan Ural.

Selain proses orogenis atau orogenik, juga terjadi proses epeirogenesis. Proses ini merupakan suatu gerakan yang membentuk benua dengan menggunakan jari-jari bumi. Proses ini juga dikenal dengan gerakan radial. Suatu gerakan yang mengarah menjauh dari titik pusat bumi.

Berdasarkan keteranga tersebut, selanjutnya dapat disimpulkan bahwa gunung terjadi atas 3 proses, pertama proses sedimen, yaitu lapisan-lapisan sedimen dan batuan vulkanik menumpuk sampai kedalaman beberapa kilometer.

Kedua, perubahan bentuk batuan dan pengangkatan kerak bumi mengalami deformasi karena adanya gaya kompresi, akibat pergesekan di antara lempeng-lempeng tektonik.

Ketiga, proses pengangkatan kerka bumi. Biasanya gesekan antar lempeng akan mengangkat sebagian kerak bumi sebagai lipatan lebih tinggi dari sekitarnya, sampai membentuk gunung. Sedangkan jika lempeng saling menarik, maka akan terbentuk lembah.

Artikel ini ditulis oleh Andy pada 17:45 28 January 2013 | dibaca 4404 kali oleh pengunjung

Jika kamu pikir artikel ini menarik silahkan share menggunakan:

Tulisan lainnya yang mungkin anda tertarik untuk membacanya

Pengertian Geografi dan Konsep GeografiPengertian Geografi dan Konsep Geografi
Pengertian Letak Maritim, Ekonomis dan SosiokulturalPengertian Letak Maritim, Ekonomis dan Sosiokultural
Batuan Beku Dalam dan Batuan Beku LuarBatuan Beku Dalam dan Batuan Beku Luar

Semua Tentang Jepang

Iklan

Contact : Desrizal, email: codingwear@yahoo.com
Copyright (c) 2012 by Desrizal
Author: Anggie Praditya