DRZ Post
Home Hiburan Gaya Hidup Sains Teknologi Umum Web Development Archive
 

> >

Stratifikasi Sosial Terbuka, Tertutup dan Campuran

Stratifikasi Sosial Terbuka, Tertutup dan Campuran
Umum - drzpost.com -
Perbedaan bukanlah sesuatu hal yang aneh dalam masyarakat, karena masyarakat merupakan lingkungan sosial tempat di mana individu-individu dengan segala karakteristiknya saling berinteraksi.

Perbedaan karakteristik masing-masing individu inilah yang menyusun perbedaan-perbedaan dalam masyarakat yang pada akhirnya akan mengkristal menjadi identitas (ciri khas) dari masyarakat tersebut. Perbedaan-perbedaan antarindividu yang umum kita jumpai dalam masyarakat antara lain berkaitan dengan pekerjaan, pendidikan, agama, dan lain sebagainya.

Pada umumnya sifat stratifikasi sosiak dalam masyarakat dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:

1) Stratifikasi sosial terbuka

Dalam masyarakat dengan sistem stratifikasi terbuka seorang atau kelompok anggota masyarakat memiliki peluang atau kemungkinan yang besar untuk berpindah ke kelompok, kelas atau lapisan sosial lainnya. Anggota masyarakat dapat masuk atau keluar, dapat naik atau turun ke kelas (lapisan) yang lebih rendah. Contohnya seorang anak presiden belum tentu dapat mencapai kedudukan sebagai presiden. Tetapi sebaliknya, warga masyarakat pada umumnya ada kemungkinan dapat mencapai kedudukan sebagai presiden.

Stratifikasi sosial terbuka

Stratifikasi terbuka lebih dinamis (progresif) dan anggota-anggotanya mempunyai cita-cita hidup yang lebih tinggi. Oleh karena itu, kehidupan anggota-anggotanya lebih bersifat kompetitif, bahkan tidak jarang di antara mereka sering mengalami kehidupan yang selalu diwarnai oleh rasa tegang dan kekhawatiran.

2) Stratifikasi sosial tertutup

Dalam masyarakat dengan sistem stratifikasi sosial tertutup seorang individu atau kelompok kemungkinan untuk pindah dari satu golongan atau kelas sosial ke golongan atau kelas sosial lain sangat kecil. Di dalam sistem yang demikian, satu-satunya jalan untuk menjadi anggota suatu lapisan dalam masyarakat adalah kelahiran (keturunan), sehingga masyarakat lebih bersifat statis, terutama golongan atau kelas bawah, di antara mereka kurang menunjukan cita-cita yang tinggi. Contoh masyarakat dengan sistem stratifikasi sosial tertutup dapat ditunjukkan dengan sistem kasta pada masyarakat India.

Stratifikasi sosial tertutup

Apabila ditelaah pada masyarakat India, sistem lapisan di sana sangat kaku dan menjelma dalam sistem kasta. Kasta di India mempunyai ciri-ciri tertentu, yaitu:

  1. Keanggotaan pada kasta diperoleh karena warisan/kelahiran. Anak yang lahir akan memperoleh kedudukan secara otomatis dari orang tuanya.
  2. Keanggotaan yang diwariskan tadi berlaku seumur hidup, oleh karena seseorang tak mungkin mengubah kedudukannya, kecuali bila ia dikeluarkan dari kastanya.
  3. Perkawinan bersifat endogami, artinya harus dipilih dari orang yang sekasta.
  4. Hubungan dengan kelompok-kelompok sosial lainnya bersifat terbatas.
  5. Kesadaran pada keanggotaan suatu kasta, sangat nyata terutama dari nama kasta, identifikasi anggota pada kastanya, penyesuaian diri yang ketat terhadap norma-norma kasta dan lain sebagainya.
  6. Kasta diikat oleh kedudukan-kedudukan yang secara tradisional telah ditetapkan.
  7. Prestise suatu kasta benar-benar diperhatikan.

3) Stratifikasi sosial campuran

Dua sifat utama dari stratifikasi sosial telah dikemukakan di atas, yakni terbuka dan tertutup. Walaupun demikian, dalam kenyataan sehari-hari stratifikasi sosial dalam masyarakat tidak hanya selalu bersifat terbuka atau tertutup, akan tetapi juga bersifat campuran (gabungan) di antara keduanya.

Stratifikasi sosial campuran

Dalam masyarakat terdapat unsur-unsur yang menggabungkan antara sifat yang terbuka dan tertutup. Misalnya dalam suatu kelompok mungkin dalam sistem politiknya menerapkan sistem stratifikasi sosial tertutup, namun dalam bidang-bidang atau unsur-unsur sosial lainnya seperti ekonomi, budaya, dan lain-lain menggunakan sistem stratifikasi sosial terbuka. Contohnya dalam masyarakat Bali. Dalam bidang budaya dikenal sistem atau budaya kasta yang tertutup dan tidak memungkinkan anggota masyarakat berpindah kedudukan sosialnya. Namun di bidang lain, misalnya bidang ekonomi, masyarakat Bali tidak mengenal kasta dan bersifat terbuka, artinya tinggi rendahnya kedudukan sosial yang dimiliki oleh anggota masyarakat tegantung pada kemampuan dan kecakapannya.

Artikel ini ditulis oleh Poster pada 15:24 10 January 2013 | dibaca 30412 kali oleh pengunjung

Jika kamu pikir artikel ini menarik silahkan share menggunakan:

Tulisan lainnya yang mungkin anda tertarik untuk membacanya

Batas Wilayah Negara Kesatuan Republik IndonesiaBatas Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia
Pengertian Pranata SosialPengertian Pranata Sosial
Pengertian Sistem PemerintahanPengertian Sistem Pemerintahan

Semua Tentang Jepang

Iklan

Contact : Desrizal, email: codingwear@yahoo.com
Copyright (c) 2012 by Desrizal
Author: Anggie Praditya