DRZ Post
Home Hiburan Gaya Hidup Sains Teknologi Umum Web Development Archive
 

> >

Contoh Surat Kuasa Biasa

Contoh Surat Kuasa Biasa
Umum - drzpost.com -
Surat kuasa merupakan surat resmi. Surat kuasa dibuat untuk menyatakan pengalihan atau pelimpahan kepada seseorang untuk bertindak atas nama pemberi hak kuasa tersebut. Buat kamu yang pengen tahu contoh surat kuasa dan bagaimana aturan dan cara menulis surat kuasa.

yuk kita lihat contoh surat kuasa berikut.

Bagian-bagian surat kuasa sebagai berikut.

  1. Kepala surat (kop surat)
  2. Perihal atau hal surat
  3. Tanggal pembuatan surat (bisa di atas dan bisa di bawah)
  4. Nama dan alamat tujuan surat
  5. Isi surat
  6. Tanda tangan dan nama pembuat surat

Contoh Surat Kuasa

Lembaga Pendidikan Anak dan Taman Bermain
NIRMALA BUNDA
Jalan Jendral Sudirman 50, Banjarmasin

SURAT KUASA

Saya yang bertanda tangan di bawah ini
nama : Ardian Kusdiati,
jabatan : Pemilik Yayasan Nirmala Bunda,
alamat : Jalan Jendral Sudirman 50, Banjarmasin,

Memberikan kuasa penuh kepada:
nama : Dian Asriati,
jabatan : Ketua Yayasan Nirmala Bunda,
alamat : Jalan Jendral Sudirman 50, Banjarmasin,

untuk mengatur dan melakukan kebijakan di Lembaga Pendidikan Anak dan Taman Bermain Nirmala Bunda. Semua yang ditetapkan oleh Dian Asriati sama artinya dengan ketetapan yang saya buat. Semua guru dan karyawan diharap dapat memenuhi ketetapan yang dibuat oleh Dian Asriati. Surat kuasa ini berlaku sampai dengan tanggal 7 Maret 2008.

Surat kuasa ini saya buat dengan maksud agar semua pihak yang berkepentingan menjadi maklum adanya.



Banjarmasin, 30 Agustus 2007

 

Yang memberi kuasa,

 

Ardian Kusdiati

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membuat surat kuasa sebagai berikut.

  1. Ditulis di atas kertas segel atau kertas bermeterai yang cukup.
  2. Baik pemberi kuasa maupun yang mendapat pelimpahan kuasa berada dalam kondisi jiwa maupun tubuh yang sehat dan tidak berada dalam satu tekanan atau paksaan pada salah satu dan atau di antara mereka.
  3. Isi surat kuasa harus menjelaskan secara tegas perihal kedua belah pihak, baik yang memberi kuasa maupun yang mendapat pelimpahan kuasa, seperti:
    a. nama,
    b. usia,
    d. alamat,
    e. tanda tangan, dan
    c. pekerjaan.
  4. Surat kuasa harus ditegaskan perihal:
    a. hal atau masalah yang dikuasakan,
    b. tanggal pembuatan, dan
    c. masa berlaku surat kuasa.

Artikel ini ditulis oleh Kurnia pada 15:14 10 January 2013 | dibaca 1469 kali oleh pengunjung

Jika kamu pikir artikel ini menarik silahkan share menggunakan:

Tulisan lainnya yang mungkin anda tertarik untuk membacanya

Dasar Hukum HAM di IndonesiaDasar Hukum HAM di Indonesia
Pengertian IdeologiPengertian Ideologi
Batas Wilayah Negara Kesatuan Republik IndonesiaBatas Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia

Semua Tentang Jepang

Iklan

Contact : Desrizal, email: codingwear@yahoo.com
Copyright (c) 2012 by Desrizal
Author: Anggie Praditya